Jetis – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul menggelar workshop batik nitik di Padukuhan Kembangsongo, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, Kamis (16/4/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pelestarian warisan budaya sekaligus pengenalan batik khas Bantul kepada generasi muda.
Workshop ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga berkesempatan langsung mempraktikkan teknik membatik nitik.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama mengenai sejarah dan teknik batik nitik disampaikan oleh Rusli Hidayat. Ia menjelaskan asal-usul batik nitik yang memiliki ciri khas motif titik-titik kecil menyerupai kain tenun, serta teknik pembuatannya yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Selanjutnya, Sugiyono memberikan pemaparan tentang proses pewarnaan batik. Ia mengulas berbagai jenis pewarna yang digunakan, baik alami maupun sintetis, serta teknik pewarnaan yang tepat untuk menghasilkan warna yang kuat dan tahan lama.
Pada sesi terakhir, peserta diajak untuk praktik langsung membatik nitik bersama Aminah. Dalam sesi ini, siswa-siswi mencoba membuat motif sederhana menggunakan canting, mulai dari proses mencanting hingga pewarnaan awal. Suasana workshop pun berlangsung interaktif dengan pendampingan langsung dari narasumber.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat lebih mengenal dan mencintai batik nitik sebagai salah satu kekayaan budaya lokal Bantul. Selain itu, workshop ini juga menjadi langkah konkret dalam menumbuhkan regenerasi perajin batik sejak usia dini.
