BANTUL – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan Wajib Kunjung Museum pada Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat apresiasi dan pemahaman masyarakat, khususnya generasi pendidik, terhadap keberadaan museum serta warisan budaya yang tersimpan di dalamnya.
Kegiatan diikuti peserta dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) yang berasal dari sejumlah sekolah di Kabupaten Bantul. Berdasarkan daftar peserta, kegiatan melibatkan perwakilan SMA, MA, dan SMK, antara lain SMA Negeri 1 Bantul, SMA Negeri 1 Imogiri, SMA Negeri 1 Piyungan, SMA Negeri 1 Kasihan, SMA Negeri 1 Pleret, SMA Negeri 1 Sedayu, SMA Negeri 1 Sewon, MAN 2 Bantul, SMA Muhammadiyah Bantul, SMA Muhammadiyah Sewon, MA Tahfidz El Muna Q, MA Unggulan Al Imdad, SMK Negeri 1 Pleret, SMK Negeri 1 Bantul, SMK Negeri 1 Sewon, dan SMK Negeri 2 Sewon.
Kunjungan pertama berlangsung di Museum Wayang Beber Sekartaji. Peserta memperoleh pemaparan dari Indra Suroinggeno dan Dalang Ki Wiryanto mengenai sejarah, nilai budaya, serta keberadaan wayang beber sebagai salah satu warisan seni tradisional yang memiliki nilai penting bagi kehidupan budaya masyarakat.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Museum Garuda dengan narasumber Nanang R. Hidayat. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat koleksi dan informasi sejarah yang tersimpan di museum.
Wajib Kunjung Museum diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi para guru sejarah sekaligus mendorong pengenalan museum kepada peserta didik. Dengan demikian, museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan kebudayaan.
