NYADRAN MAKAM SEWU, WUJUD LESTARINYA TRADISI DAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT

Pandak — Tradisi budaya Nyadran Makam Sewu kembali digelar pada Senin, 09 Februari 2026, bertempat di kawasan Makam Sewu. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan meriah sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

 

Nyadran Makam Sewu merupakan tradisi tahunan yang sarat nilai spiritual, sosial, dan budaya. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, nyadran juga menjadi momentum untuk mendoakan para leluhur serta membersihkan area makam secara bersama-sama.

 

Rangkaian kegiatan Nyadran Makam Sewu dilaksanakan sesuai dengan rundown yang telah ditetapkan, diawali dengan kirab budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Salah satu agenda utama adalah Kirab TK Masyithoh dan TKIT DAS, yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, menampilkan partisipasi anak-anak sebagai simbol regenerasi dan penanaman nilai budaya sejak usia dini.

 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kirab Bregada, yang menghadirkan barisan pasukan adat dengan busana tradisional, mencerminkan kekayaan budaya lokal serta semangat kebersamaan warga. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir.

 

Pelaksanaan Nyadran Makam Sewu tahun 2026 ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan tradisi budaya adiluhung yang hidup di tengah masyarakat.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi Nyadran Makam Sewu dapat terus lestari dan menjadi warisan budaya yang tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dijalankan oleh generasi mendatang.

 

Acara ditutup dengan doa bersama dan penutup, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Nyadran Makam Sewu tahun 2026 dalam suasana penuh kekhidmatan.