Grebeg Bakdo Ketupat 2026 di Ringinharjo Berlangsung Meriah, Difasilitasi Dinas Kebudayaan Bantul

Bantul — Upacara adat Grebeg Bakdo Ketupat 2026 digelar dengan khidmat dan meriah di Aula Ringin, Ringinharjo, Bantul, Sabtu malam, 21 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian tradisi dan budaya masyarakat yang terus dijaga keberlangsungannya dari tahun ke tahun.

 

Acara diawali dengan kirab budaya bergodo deresan pada pukul 19.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 20.30 WIB rombongan bergodo dan gunungan tiba di halaman Aula Ringin untuk mengikuti rangkaian acara inti, yaitu pembukaan upacara adat, penyerahan tumpeng, siraman air kendi ke pohon beringin, doa yang dipimpin oleh tokoh agama, serta sambutan dari Wakil Bupati Bantul. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan rayahan gunungan pada pukul 22.30 WIB yang disambut antusias masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bantul, Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Panewu Bantul, Lurah Ringinharjo, unsur kepolisian, serta TNI setempat. Kehadiran para pejabat dan unsur aparat tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pelestarian adat, tradisi, dan kearifan lokal di Kabupaten Bantul.

 

Pelaksanaan Grebeg Bakdo Ketupat 2026 ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan budaya masyarakat. Melalui fasilitasi tersebut, tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat diharapkan dapat terus lestari, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.

 

Selain upacara adat Grebeg Gunungan Bakdo Ketupat pada 21 Maret 2026, rangkaian agenda kegiatan juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni. Di antaranya kesenian jathilan pada Minggu, 22 Maret 2026, kesenian main obor pada Senin, 23 Maret 2026, kesenian jathilan kembali pada Selasa, 24 Maret 2026, kesenian akustik pada Rabu, 25 Maret 2026, serta kesenian reog pada Kamis, 26 Maret 2026. Seluruh kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 24.00 WIB di Aula Ringin.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, masyarakat tidak hanya disuguhkan hiburan rakyat, tetapi juga diajak untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur. Grebeg Bakdo Ketupat menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup, tumbuh, dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bantul.