PLERET – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul kembali menghadirkan ruang apresiasi dan ekspresi bagi masyarakat melalui kegiatan Gelar Sastra Bantul Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Pleret, Bantul, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempertemukan para sastrawan, seniman, pelajar, komunitas, dan masyarakat dalam suasana penuh kreativitas.
Rangkaian acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan talkshow bertema “Tradisi Lisan di Bantul” yang menghadirkan narasumber Ratun Untoro, Bambang Bimo Suryono, dan Albertus Sartono, dengan Fitria Eranda sebagai host. Acara dilanjutkan dengan perform dongeng oleh Titis Larasati dan Aris Topeng Brilantin, serta penampilan PSJB Paramarta, Sastra Anak Bantul, Selasa Sastra, Imadji, Doni Saputra, dan Maestro Sastra Jogja yang terdiri atas Khrisna Mihardja, Kris Budiman, Umi Kulsum, dan Sutirman Eka Ardana. Sesi siang dipandu Daendra Chairunnisa Shabrina dan Indah Resfia Fitriani.
Memasuki sesi malam, acara dipandu Joana Maria Zettira Da Costa dan Wildan Arief Widyatama alias Dul Klonthong. Penampilan malam menghadirkan Jangkah Nuswantara, Icipili Mitirimin dari OCM Yogyakarta, serta Paguyuban Seniman Tari Bantul dengan Tari Ngayak Uwos.
Suasana semakin semarak dengan pembacaan puisi oleh sejumlah pejabat dan tokoh daerah, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Yanatun Yunadiana, Sekretaris Dinas Kebudayaan Bantul Sarjiman, Kasi Bahasa Sastra Dinas Kebudayaan DIY Amrih, Panewu Pajangan Anjar Arintaka, mantan Kabid Adat Tradisi Lembaga Budaya Seni Heri Maryanto, serta Ketua Dewan Kebudayaan Bantul Mujiyana.
Gelar Sastra Bantul 2026 ditutup dengan penampilan Band Olski dan Genk Kobra. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum launching Majalah Mentaok Edisi 2026, terbitan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul sebagai media dokumentasi dan pengembangan literasi sastra serta budaya Bantul.
