Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul sukses menyelenggarakan Festival Rintisan Desa Budaya Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2026 pada Jumat-Sabtu, 10–11 Juli 2026 di Lapangan Kebonagung, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2026 ini menjadi wadah apresiasi sekaligus pelestarian seni, budaya, dan tradisi di kalurahan rintisan desa budaya.
Festival diikuti oleh lima kalurahan, yaitu Kalurahan Sumbermulyo (Bambanglipuro), Tirtohargo (Kretek), Imogiri (Imogiri), Terong (Dlingo), dan Donotirto (Kretek). Masing-masing peserta menampilkan kekayaan budaya yang menjadi ciri khas wilayahnya, di antaranya Reog Wayang dari Kalurahan Sumbermulyo, Jathilan dari Kalurahan Tirtohargo, Sendratari dari Kalurahan Imogiri, Upacara Adat Wiwitan dari Kalurahan Terong, serta Kethoprak dari Kalurahan Donotirto.

Festival secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Sarjiman, S.IP., M.E. pada Jumat (10/7), dan ditutup oleh Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, S.Sos., M.M. pada Sabtu (11/7). Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat Bantul menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan memadati area panggung utama untuk menyaksikan seluruh pertunjukan. Selain menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni dan budaya, festival ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat melalui kehadiran pelaku UMKM yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memasarkan berbagai produk unggulannya. Festival ini diharapkan mampu memperkuat eksistensi desa budaya sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bantul.
