Dinas Kebudayaan Bantul Gelar Fasilitasi Forum Pelestari Cagar Budaya dan Warisan Budaya

Bambanglipuro - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan Fasilitasi Forum Pelestari Cagar Budaya dan Warisan Budaya Kabupaten Bantul pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Joglo R.B Sutrisno, Cangkring RT.003, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Bapak Yanatun Yunadiana, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga, melestarikan, serta memanfaatkan cagar budaya dan warisan budaya yang ada di Bantul sebagai bagian dari identitas daerah dan kekayaan nasional.

 

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang beragam namun saling melengkapi. Narasumber pertama, Muhammad Natsir (Natsir Dabey) dari Balai Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kotagede, membawakan materi tentang Optimalisasi Pemanfaatan Cagar Budaya melalui Publikasi. Ia menekankan pentingnya peran publikasi dan media dalam memperkenalkan nilai-nilai cagar budaya kepada masyarakat luas.

 

Narasumber kedua, Aga Yurista Pambayun dari komunitas Reomah Toea, menyampaikan materi mengenai Komunitas Reomah Toea serta Potensi Pengelolaan dan Promosi Cagar Budaya. Melalui paparannya, ia berbagi pengalaman komunitas dalam menggali potensi situs-situs bersejarah dan mengemasnya menjadi daya tarik wisata budaya yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, narasumber ketiga, R.B Sutrisno, selaku pemilik dan pengelola Joglo R.B Sutrisno, memberikan materi bertema Sejarah dan Pengalaman dalam Pelestarian Objek Warisan Budaya yang Dimiliki. Ia menceritakan perjalanan panjang dalam menjaga keaslian dan nilai sejarah bangunan joglo yang kini menjadi salah satu contoh nyata pelestarian warisan budaya di tingkat lokal.

 

Melalui kegiatan ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menjaga keberlangsungan cagar budaya dan warisan budaya, sehingga dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.