Dinas Kebudayaan Bantul Fasilitasi Upacara Adat Nguras Sendang Surosetiko

Dlingo - Upacara Nguras Sendang Surosetiko berlangsung khidmat pada hari Kamis, 30 April 2026, di Saradan, Terong, Dlingo, Bantul. Tradisi tahunan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Jawatan Sosial Kapanewon Dlingo, Lurah Terong, unsur Kepolisian , TNI setempat serta sejumlah tokoh masyarakat.

 


Sejak pagi, warga tampak antusias memadati lokasi untuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ritual inti Nguras Sendang Surosetiko yang dipimpin oleh Juru Kunci Sendang Surosetiko. Nuansa sakral begitu terasa, berpadu dengan alunan gamelan yang mengiringi doa-doa sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan keselamatan. 

 


Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan tari “Ngrumat Tirto” yang menggambarkan harmoni hubungan manusia dengan sumber kehidupan. Prosesi dilanjutkan dengan kirab budaya yang mengarak 7 (tujuh) kendi sebagai simbol pitulungan. Air suci dari sendang kemudian dibawa menuju senthong padukuhan oleh para pemuda-pemudi pengemban kendi, melambangkan amanah generasi penerus dalam menjaga dan merawat tradisi. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan Al-Qur'an 30 Juz dan doa (Mujahadah) selama 4 (empat) hari. Pada hari Senin, tanggal 04 Mei 2026 pukul 07.00 WIB akan dilaksanakan kirab pengembalian air sendang yang telah didoakan ke Sendang Surosetiko dan dimeriahkan pentas seni Gambyong Tayub.  

 


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam melestarikan budaya. Beliau menegaskan bahwa tradisi Nguras Sendang Surosetiko tidak hanya menjadi identitas kultural, tetapi juga memiliki potensi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.

 


Pelaksanaan Upacara Adat Nguras Sendang Surosetiko Tahun 2026 difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul melalui anggaran Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026. Melalui fasilitasi tersebut, tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat diharapkan dapat terus lestari, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan warga.