Berita

Kegiatan Dialog Sejarah

Kamis Pon, 3 Desember 2020 13:23 WIB 183

foto

01 - 02 Desember 2020, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Kegiatan Dialog Sejarah, yang mengangkat tema Sejarah Lokal di Dlingo dan Sejarah lokal di Mangunan, berlokasi di Balai Desa Mangunan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Lurah Desa di Kecamatan Dlingo, Karang Taruna di Kecamatan Dlingo, Pengurus Desa Mangunan, Staf Desa Mangunan, AGSI DIY, MSI Komisariat Bantul, Keamanan Desa Dlingo, Polsek, Mahasiswa UPY, Komunitas Djokdjakarta 1945, Guru-guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA di sekitar Desa Mangunan Kecamatan Dlingo, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, MGMP Sejarah SMA/MA, MSI DIY, Kementrian Agama serta Staf Desa Mangunan.

Kegiatan Dialog Sejarah dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya :
1. Eling Purwanto, SE (Kasi Kemasyarakatan Kecamatan Dligo (Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Dlingo)) dengan materi Peran Masyarakat dalam Pelestarian Sejarah Lokal di Dlingo.
2. Drs. Siswanta, M.Pd (Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UPY) dengan materi Dlingo dalam Bingkai Sejarah.
3. Dra. Zaimul Azzah, M.Hum (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY) dengan materi Warisan Budaya dan Cagar Budaya di Dlingo.
4. H. Jiyono, S.Sos (Lurah Desa Mangunan) memberikan materi Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Sejarah Lokal di Mangunan.
5. Albertus Sartono, S.S (TACB Kabupaten Bantul) dengan materi Warisan Budaya dan Cagar Budaya di Mangunan.
6. Drs. Herman Yoseph Agus Murdiyastomo, M.Hum (Dosen Ilmu Sejarah FIS UNY) dengan materi Mangunan dalam Bingkai Sejarah.
Yang dimoderatori tanggal 1 Desember 2020 Drs. Yuli Hernadi, S.Sos dari MSI (Masyarakat Sejarawan Indonesia) Komisariat Bantul, tanggal 2 Desember 2020 Agus Tony Widodo, S.Pd. dari AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia) DIY.

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah :
1. Memupuk rasa cinta sejarah kepada masyarakat umum, pemerhati sejarah, mengenalkan sejarah kepada masyarakat umum, PNS, maupun guru-guru sejarah/IPS.
2. Menanamkan rasa cinta terhadap sejarah baik sejarah lokal maupun sejarah pada umumnya.
3. Melestarikan dan mengembangkan sejarah lokal.

Target/sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang terdiri dari Guru, Pelajar, ASN, Pemerhati Sejarah dan Masyarakat Umum.