Berita

Situs Candi Gampingan, Piyungan, Bantul - Bagian 1

Rabu Wage, 22 Juli 2020 13:09 WIB 172

foto

Masih ga bosan sama cerita sejarah yang ada di Bantul kan, lur? Sekarang, mari menjejakkan kaki di Situs Candi Gampingan. Situs ini berada di sekitar Jalan Yogyakarta Wonosari km 10, Dusun Gampingan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Situs Candi Gampingan ini diperkirakan merupakan peninggalan Buddha pada abad ke-9 atau 850 M.

Candi Gampingan ditemukan oleh Bapak Sarjono pada bulan Juni tahun 1995, ketika melakukan kegiatan penggalian tanah untuk pembuatan batu bata di tanah milik Ibu Mulyo Pawiro. Sementara pada bulan April tahun 1995, di sebelah tenggara situs sejauh sekitar 200 m, ditemukan guci dan piring keramik. Candi Gampingan ditemukan pada ketinggian (berdasarkan lantai asli atau maaiveld) 56.383 mdpl dan kedalaman 1,2 m di bawah permukaan tanah. Berdasarkan stratigafi tanah, menunjukkan adanya lapisan vulkanik akibat tertimbun lahar akibat aktivitas Gunung Merapi. Situs ini telah dilakukan ekskavasi sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1995, tahun 1996, dan tahun 1997 oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala DIY atau yang saat ini dikenal dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY.

Candi Gampingan terdiri dari 7 (tujuh) buah bangunan. Bangunan berukuran 4,65 m x 4,65 m dengan arah hadap ke barat diduga merupakan candi induk. Bangunan tersebut terdiri dari delapan lapisan batu putih yang disusun dengan teknik kait dan teknik las (penyisipan batu ke dalam rongga-rongga yang menghubungkan satu batu dengan batu lainnya). Bangunan induk memiliki komponen tangga dan perigi. Tangga berada di sisi barat bangunan dengan tinggi sejajar dengan tinggi bangunan yang masih tersisa, dan memiliki lebar 1,28 m. Sementara perigi terdapat di tengah bangunan, berbentuk segi empat dengan ukuran 0.98 x 0,99 m dan kedalaman 1,54 m. Kemudian ada dua bangunan dengan ukuran 2,40 m x 2,40 m yang berada di sisi utara dan sisi selatan bangunan induk.

Secara morfologis, bagian yang tersisa pada Candi Gampingan adalah bagian kaki candi yang terdiri dari :
- Alas, dengan profil rata.
- Perbingkaian bawah kaki, terdiri dari pelipit bawah, bingkai sisi genta, dan bingkai rata.
- Tubuh kaki bagian tengah, terdiri dari sebelas (11) bidang sebagai tempat relief yang dipahatkan dengan masing-masing bidang berukuran panjang 73 cm dan lebar 19 cm.
- Perbingkaian atas, terdiri dari bingkai rata, dan satu lapis di atasnya yang dihias dengan motif bunga dan untaian manik-manik.
.
Ternyata banyak temuan penting bersejarah, loh lur, disekitar Candi Gampingan ini, diantaranya :
- Arca Jambhala di dalam perigi atau sumuran candi, terbuat dari batu andesit.
- Arca Candralokesvara yang terbuat dari batu andesit.
- Fragmen Arca yang ditemukan di dalam sumuran candi, terbuat dari keramik dengan glasir warna hijau.
- Arca Dhyani Buddha Vairocana yang sejumlah tiga arca, terbuat dari perunggu.
- Lempengan Emas dan Cincin Emas.
- Fragmen Gerabah.
- Fragmen Tulang.
.
Nilai penting dari Situs Candi Gampingan adalah fungsinya sebagai tempat untuk pemujaan Jambhala.
.
Apa itu Jambhala? Penasaran? Stay tuned di Jejak Sejarah Bantul selanjutnya yaa!