Berita

Jejak Sejarah : Situs Candi Mantup

Senin Kliwon, 8 Juni 2020 10:09 WIB 42

foto

Setelah dari Situs Payak, kita berjalan ke arah barat menuju daerah Sampangan. Lokasi masih di Jalan Yogyakarta – Wonosari km 7. Masuk sekitar 500 m ke arah utara Jalan Rukun Bakti (di pojokan jalan masuk ada Depot Bakmi Setiawan), kemudian belok ke kiri/barat arah Gang Garuda II. Lokasi Candi Mantup berada di dekat makam. Kalau tidak berhasil menemukan, bisa tanya ke penduduk sekitar. Secara administratif, berada di Dusun Mantup, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis terletak pada 110º 25‘ 07,79“ BT dan 07º 49‘ 40,33“ LS.

Candi Mantup ditemukan pada tanggal 25 Juni 1991, ketika masyarakat melakukan kegiatan penurunan permukaan tanah sawah untuk pengairan. Berdasarkan stratigafi tanah, menunjukkan adanya lapisan vulkanik. Hal tersebut membuktikan bahwa situs ini pernah terkena lahar akibat aktivitas Gunung Merapi.

Jangan bayangkan Candi Mantup ini seperti Candi Kalasan yang megah. Bentuk Candi Mantup terdiri dari tiga buah bangunan berukuran kecil yang berjajar dari utara ke selatan, dengan arah hadap ke barat. Candi pertama terletak di utara, terbuat dari bata berukuran 2,5 x 2,5 m. Candi kedua, berada di tengah terbuat dari batu putih, berukuran 2,16 x 2,16 m. Candi ketiga terletak di selatan, juga terbuat dari batu putih, berukuran 2,28 x 2,28 m. Bangunan candi berada pada kedalaman ± 1,4 m dari permukaan tanah sekarang.

Bentuk tubuh dan atap Candi Mantup tidak dapat diketahui lagi. Hal ini kemungkinan disebabkan keruntuhan yang dialami bangunan ini. Berdasarkan sisa bagian kaki candi dan batu-batu lainnya yang polos, Candi Mantup merupakan candi yang tidak memiliki ornamen atau seni hias.

Pada candi kedua ditemukan arca Kalyanasundaramurti yang berukuran 70 x 35 x 20 cm, terbuat dari batu andesit. Arca ini menggambarkan laki-laki (Siwa) dan perempuan (Parwati) dalam posisi berdampingan dan berdiri dengan kedua kaki lurus. Tangan kiri Siwa dan tangan kanan Parwati disatukan atau bergandengan tangan (panigrahana-yang merupakan simbol bersatunya mempelai laki-laki dan perempuan). Tangan kiri Parwati dalam posisi varada hasta (memberi anugerah, digambarkan dengan telapak tangan terbuka dengan jari-jari menghadap ke bawah) dan membawa ratna (perhiasan). Keduanya memakai perhiasan yang kaya, memakai mahkota berhias bunga, dan terdapat sirascakra (lingkaran cahaya). Arca ini diduga merupakan penggambaran pernikahan Siwa dan Parwati. Saat ini arca tersebut disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY.

Adanya arca Kalyana Sundaramurti dan sumuran pada candi dapat diketahui bahwa sifat keagamaan Candi Mantup adalah Hindu. Nilai Penting dari Situs Mantup adalah fungsinya sebagai tempat pemujaan untuk Dewa Siwa. Situs Candi Mantup ini juga diperkirakan peninggalan abad ke-9.

Saat ini jalan menuju Situs Candi Mantup di lock down akibat covid-19….
Jadi sekarang baca-baca dulu sejarahnya, besok kalau pandemi sudah selesai, bisa langsung dikunjungi…

Sumber:
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/selayang-pandang-candi-mantup/
https://munas.kemendikbud.go.id/mw/index.php?title=Varada-hasta
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Hindu_wedding
BPCB DIY. 2014. Katalog Koleksi Arca Batu. Yogyakarta: BPCB DIY