Berita

Jejak Sejarah : Situs Gunung Wingko

Senin Kliwon, 4 Mei 2020 10:27 WIB 105

foto

Jejak peninggalan masa Proto Histori ditemukan di daerah selatan Bantul. Situs Gunung Wingko namanya. Situs Gunung Wingko sebagian besar wilayahnya terletak di Kecamatan Sanden. Dahulu, nama Gunung Wingko digunakan untuk menyebut kelurahan (kring) yang meliputi empat dusun, yaitu Dusun Ngepet, Dusun TegalrejoTegalsari, Dusun Soge Sanden, dan Dusun Baran Cetan. Namun, saat ini, Gunung Wingko digunakan untuk menyebut salah satu bukit (gumuk) pasir yang membentang dari barat-timur yang terbelah oleh jalan raya menuju Pantai Samas (Anggraeni, 2018). Istilah Gunung Wingko berasal dari kata Gunung yang berarti tempat yang tinggi dan Wingko yang berarti kreweng (sesuatu yang terbuat dari tanah liat).

Bagaimana kisah sejarah Situs Gunung Wingko? Kenapa namanya Gunung Wingko?

Pada tahun 1972, telah dilakukan penelitian oleh Balai Arkeologi DI Yogyakarta di bukit pasir sebelah utara, dan hasil temuannya berupa gerabah, pecahan tulang manusia dan tulang hewan, pecahan perunggu, pecahan keramik asing, dan manik-manik. Kemudian pada tahun 1976 dilakukan penelitian di bukit pasir sebelah selatan, dan terdapat temuan berupa gerabah, keramik asing, dan manik-manik. Jadi nama Gunung Wingko ada karena di wilayah tersebut ditemukan banyak kreweng atau gerabah.

Apa nilai penting dari Situs Gunung Wingko?

Pertama, berdasarkan analisis pertanggalan absolut, yang dilakukan terhadap sampel arang dan tulang yang ditemukan pada lapisan budaya yang paling bawah (tertua), menunjukkan pertanggalan 1990±90 BP atau 2.000 tahun yang lalu. Berdasarkan penanggalan tersebut, maka Situs Gunung Wingko sudah ada sejak masa Proto Histori (masa akhir Pra Sejarah dan Awal Sejarah). Sedangkan pertanggalan dari lapisan budaya yang paling muda menghasilkan angka tahun 270±60 BP atau sekitar abad ke 17 (Nitihaminoto dalam Alifah, 2013). Hal tersebut menunjukkan salah satu nilai penting dari keberadaan Situs Gunung Wingko, yaitu gambaran penghunian di pesisir selatan Jawa dari masa ke masa (Anggraeni, 2018).

Keistimewaan lain dari Situs Gunung Wingko adalah adanya religi yang dimiliki masyarakat di Gunung Wingko. Dalam tulisan Alifah (2013) disebutkan bahwa pada fase pertama, mereka mengkultuskan matahari, hal ini berdasar orientasi kubur yang diarahkan ke timur. Pada fase kedua, mereka meyakini bahwa roh leluhur berasal dari arah utara dan pemujaan gunung sebagai tempat bersemayam roh nenek moyang/dewa. Dalam menjalankan ritual religinya, masyarakat menggunakan sarana berupa gerabah berbentuk kendi gogok, klenting, dan pengaron.

Sebagai situs penguburan, bekal kubur yang ditemukan, antara lain kendi gogok, mangkok gerabah, manik-manik, perhiasan perunggu. Bekal kubur juga dapat mengindikasikan adanya perbedaan strata sosial dalam masyarakat. Sementara temuan logam menunjukkan adanya interaksi antara masyarakat Gunung Wingko dengan masyarakat luar, melalui perdagangan. Aktivitas perdagangan tersebut diduga dilakukan dengan cara barter. Mata pencaharian utama masyarakat Gunung Wingko adalah pembuat garam. Selain itu juga menjadi peternak, berburu, menangkap ikan, dan membuat anyaman yang ditunjukkan dengan adanya temuan hias tera dalam dasar gerabah.

Bagaimana kondisi Situs Gunung Wingko saat ini?

Saat ini, bukit pasir itu sudah tidak nampak lagi, karena padatnya pemukiman penduduk seiring berkembangnya zaman. Bahkan masyarakat setempat pun belum banyak yang tahu tentang keberadaan Situs Gunung Wingko dan sejarahnya. Penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni (2018) menunjukkan bahwa sosialisasi keberadaan dan nilai penting Situs Gunung Wingko benar-benar diperlukan. Saat ini Situs Gunung Wingko sudah menjadi Cagar Budaya berdasarkan Keputusan Bupati Bantul Nomor 527 Tahun 2019. Dengan adanya penetapan Cagar Budaya ini, diharapkan keberadaan situs Gunung Wingko dapat dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, budaya, dan masyarakat setempat.

Sumber:

Anggraeni. 2018. Pelibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Situs Gunung Wingko, Bantul dalam Bakti Budaya Vol.1 No.2 Oktober 2018

Alifah. 2013. Pemanfaatan Hasil Penelitian Situs Gunung Wingko dalam Berkala Arkeologi Volume 33 Edisi No.1/Mei 2013


Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

Media Sosial Disbud

igdisbud

fbdisbud

twdisbud

Pengunjung
  • Pengunjung: 143886
  • Online: 7
  • Hari ini: 152