Berita

TEATER TARI GANDRUNG MANIS " RITUS LAMPAH LEMAH "

Jumat Kliwon, 5 Mei 2017 07:35 WIB 349

foto

Kecantikan perempuan memiliki relasi dengan tanah (lemah : Jawa). Lemah lebih bernilai konotatif dan menarik untuk membicarakan perempuan. Begitu lemah-kah perempuan Jawa hingga sering dikatakan sebagai "suwarga nunut neraka katut" dengan lelakinya. Akan tetapi perempuan-perempuan Kasongan mengolah lemah sebagai representasi dari perempuan yang indah. Perempuan-perempuan yang produktif yang memperlihatkan yang memperlihatkan kekuatan yang sesungguuhnya akan kecantikan. 
Hal ini berbeda dengan pandangan cantik yang terpatri pada tubuh perempuan yang terkooptasi aristokrasi hingga jaman modern. Cantik hanya terdefinisikan pada rambut kemilau, kulit halus, bulu mata lentik, dan bibir merekah. Sementara untuk mendapatkan keindahan tubuh semacam itu, perempuan harus menggunakan sekian tatacara, alat, dan kosmetik. Adakah ini realitas atau rekayasa yang sebetulnya menyimpan kepalsuan? Melalui Ritus Lampah Lemah, Setyastuti mencoba menawarkan sebuah gagasan tentang perempuan dalam kehidupan yang lebih riil. Bagaimana perempuan Kasongan melakukan kerja kreatif untuk keindahan sekaligus untuk kehidupan. Waktu senggang masih digunakan mengasuh anak bahkan melayani lelakinya. Sendau gurau masih bisa ia hadirkan dalam membangun komunitas selain juga kondangan.
Inilah sinopsis dari Ritus Lampah Lemah yang ditampilkan pada Kanis, 4 Mei 2017 di nDalem Pugeran Brontokusuman Yogyakarta.

 

Dinas Kebudayaan

igdisbud

fbdisbud

twdisbud

Pengunjung
  • Pengunjung: 69633
  • Online: 6
  • Hari ini: 91